tiwinisacha. Powered by Blogger.
RSS

Template Blog Keren Tema Buku

Dari dulu saya ingin bisa membuat blog dengan template model buku atau kertas, namun mencarinya di google hanya memberikan sedikit hasil. Ternyata kata kunci “template bentuk buku” saja tidak cukup untuk membawa saya pada macam-macam template yang saya inginkan. Akhirnya setelah pencarian panjang yang melelahkan dengan setiap detail ketelitian dan kesabaran menelusuri tiap website… saya berhasil mengumpulkan template-template blog yang keren ini :D hehehe. Let’s check it!

1. Blogger notes
Ini cocok untuk yang ingin tampilan simple namun tetap dengan kombinasi warna-warni background bercorak manis ;)

GAGAL Karena Tidak MAMPU Atau Tidak MAU?



Faktor paling PENTING dalam meraih sesuatu bukanlah kemampuan, tapi KEMAUAN. Kemampuan belum tentu bisa membawa manusia untuk melakukan sesuatu menuju apa yg diinginkannya, tapi KEMAUAN akan membawa manusia pada pratek dan SEGALA UPAYA untuk meraih apapun yang dingingkannya sekalipun jika pada awalnya ia tak punya kemampuan... Kemampuan dapat membuat manusia membangun mimpi, namun KEMAUAN dapat membuat manusia MEWUJUDKAN mimpi. Pahamilah perbedaannya. Maka saat kita punya "modal" kemampuan, jangan tinggi hati... dan saat kita hanya punya KEMAUAN tapi belum punya basic kemampuan, jangan kecil hati... JALAN selalu ada bagi manusia yang MAU, sebab kemauan akan MENYINGKIRKAN segala macam ALASAN demi mencapai tujuan.

Jadi, jika sekarang belum berhasil, jika sekarang masih selalu gagal, coba di cek... itu tidak mampu atau TIDAK MAU? Atau bilang mau tapi tindakannya nol? Itu tidak mampu atau MALAS? Itu tidak mampu atau TERLALU MAMPU untuk MENCIPTAKAN banyak ALASAN yang membuat kaki tidak melangkah? Berjuta perencaan besar tidak lebih berarti dibanding satu langkah kecil, sebab rencana TIDAK MENGUBAH apa-apa, yang mengubah keadaan adalah TINDAKAN...
#TalkToMyself #IntrospeksiDiri #BicaraSamaCermin

Nothing’s Forever, Forever is A Lie


Pernah baca quotes seperti itu? Dulu, aku tidak mempercayainya. Dulu ketika pemikiranku masih sangat seperti dongeng, aku jelas tidak menyetujuinya… Namun, time always can change everything, right? Now, I’m totally agree with that quotes :D

Segala sesuatu, seindah apapun, sekuat apapun, tetap tidak akan abadi. Bahkan jika bukan karena sebuah “tragedi”, tetap akan dapat terpisahkan oleh “ajal”. Jangankan dua jiwa yang berada dalam raga berbeda, satu nyawa pun takkan selamanya menetap pada tubuhnya. Kelak waktu, ketentuan Tuhan, akan memisahkannya hingga berubah jadi bangkai belaka…
Tidak ada kebahagian sejati jika digantungkan pada harapan atas kebadian (dalam hal kepemilikan sesuatu seperti harta/hubungan/jabatan/makhluk). Semakin tinggi tingkat kebergantungan dan harapan, maka semakin besar pula kehancuran yang dirasakan saat waktunya tiba. Sungguh, tiap hal memiliki waktunya sendiri, manusia tak punya daya untuk mempercepat atau memperlambat, yang terbaik  hanyalah menjalani dengan rasa syukur tertinggi dan menghargai setiap detail dalam prosesnya. Sebab kala waktunya tiba, tak ada yang akan mampu mengembalikan sedikitpun atas apa yang hilang, kecuali hanya sisa kenangan yang berputar dalam ingatan dan menarik diri tenggelam pada alam imaji.

Pernikahan Dini

Pernikahan merupakan ikatan sakral yang menyatukan dua insan sejak dilaksanakannya akad. Lain halnya dengan berpacaran yang bisa putus-nyambung atau berganti-ganti sesuka hati, pernikahan adalah penetapan satu pilihan untuk selamanya. Oleh karena itu, pengambilan keputusan untuk menikah semestinya dilakukan dalam pertimbangan sematang mungkin. Bukan hanya mempertimbangkan kematangan rasa cinta yang menggebu-gebu, bukan hanya pertimbangan kebutuhan syahwat yang tak terkendali, bukan hanya kematangan financial yang dirasa telah cukup untuk menyelenggarakan resepsi, namun juga kematangan pengendalian emosional dan kematangan kepribadian yang sangat diperlukan dalam membangun rumah tangga yang kokoh agar tidak tersandung perceraian.
Lalu, bagaimana dengan pernikahan dini yang banyak pula dilakukan oleh remaja yang baru lulus SMA? Sebenarnya pernikahan dini bukanlah langkah yang bisa dikatakan salah atau terlarang, tapi jika kita masih punya kesempatan untuk mengukir pencapaian prestasi yang dapat membahagiakan orangtua kita terlebih dulu, mengapa harus memilih menikah cepat?
Pada umumnya, remaja cenderung memiliki pengendalian emosional yang belum cukup stabil. Emosional bukan berarti hanya emosi untuk marah-marah, tapi lebih tentang segala sesuatu yang melibatkan perasaan. Entah itu amarah, cinta, belas kasihan, kecemburuan, dan lain sebagainya. Dalam fase ini, seringkali remaja gegabah dalam pengambilan keputusan yang mengikuti gejolak emosionalnya. Kalau remaja yang pengendalian diri dan emosionalnya belum stabil itu sudah mengambil langkah menikah, maka besar kemungkinan pernikahan akan berjalan kurang baik, akan cenderung terjadi pertengkaran akibat ego yang masih tinggi dan pengendalian emosi yang belum matang.

God, Only You Know How's The Truth

image

Sekuat apapun manusia, seceria apapun wajahnya, seramah apapun senyumnya, sebaik apapun sifatnya, tetap saja akan sakit bila dilukai. Apa yang diekspresikan dan dilakukan belum tentu menggambarkan kondisi jiwa. Sebab tindakan adalah tentang tuntutan kesadaran, sementara luka tetap menimbulkan perih pada tempatnya.
Allah, aku memahami bahwa Kau Maha Adil, yang mana setiap perbuatan akan memperoleh ganjarannya. Namun saat perih ini menggetarkan pertahananku, menghancurkan dayaku, melemahkan tubuhku, memunculkan fikiran untuk menyelesaikan semuanya dengan tanganku.. bagaimana caraku mengendalikannya?
Akal ku menyadari bahwa jika sekalipun aku tidak berbuat apa-apa, Kau akan tetap menyelesaikan semuanya, karna Kau Maha Melihat. Namun setiap fakta yang mencuat terasa seperti air garam yang mengalir diatas luka. Hingga perih ini kadang bagikan bom waktu yang siap meledak... amarah menyelimuti hati, menodai niat ikhlas, merusak pertahanan diri... Semoga Kau senantiasa melindungi kembali jiwa ini.
Bagaimana bisa semuanya "tersenyum ceria" diatas kesenangan yang diciptakan dari pendustaan dgn mengatasnamakan ridho-Mu? Memang ada kebohongan yang diizinkan dalam Islam, namun apakah kebohongan yang menguntungkan sebelah pihak dan menghancurkan pihak lainnya itu termasuk di izinkan dalam Islam?
Bagaimana bisa manusia yang sangat baik pencitraan agamanya, yang luas pengetahuan Islamnya, yang nampak kuat iman dan takwanya, yang sering menyebut-Mu dalam tutur katanya, namun diam dan berlari saat dimintai pertanggungjawaban atas kekacauan yang telah diperbuatnya? lalu masih melakukan pembelaan diri dengan mengatasnamakan hal-hal yang mengarah pada agama-Mu?
Allah, sungguh Kau lah yang Maha Melihat segala apa yang tersembunyi. Tak perduli bagaimana orang berargumen dan menilai, tetap Kau yang paling memahami setiap detail kenyataannya. Terimakasih telah menunjukkan bukti dan membukakan setiap fakta. Terimakasih telah menguatkan ku setelah ku lihat segala yang sangat menyakitkan. Terimakasih telah menjadikan ku pemberani yang tidak lari dari pahitnya kehancuran. Karna ternyata kuat bukanlah berhasil tersenyum setelah menghindari luka, tapi berhasil bangkit setelah menghadapi dan menaklukkan luka...