Aku berlari sana sini mecari toilet, entah itu di gedung apa, seperti sebuah mall, namun nampaknya sudah malam dan akan tutup. Setibanya di toilet, aku tidak menemukan cermin disana. Hanya lorong sempit dengan 4 kamar toilet di sisi kiri, dan wastafel di bagian ujung. Aku menunggu giliran untuk masuk karena semua pintu tertutup, yang ku duga artinya didalam pasti “ada orang” nya. Tak lama setelah aku menunggu, gadis kecil masuk bersama ibunya. Namun karena penuh, mereka pun menunggu disebelahku. Entah mengapa aku merasakan ada yang tidak beres di toilet ini. Memang ada suara air dari kamar toilet, tapi feelingku buruk. Gadis kecil yang merasa menunggu terlalu lama menjadi tidak sabar, ia menggedor pintu tersebut.
“ini beneran ada orangnya atau pintunya yang rusak sih? Lama banget!” teriaknya kesal. Kemudian ia mengintip dari bawah pintu toilet, dan… “mamaaaah… ga ada orangnya di dalem!”
Byuuuuuuurrr… suara air dari dalam toilet pun berbunyi segera setelah gadis kecil itu mengatakan bahwa ia tidak melihat ada orang ataupun kaki orang di dalamnya. Ganjil, lalu siapa yang membuat suara dari dalam? Kami bertiga saling menatap dengan mata panik, yang mengisyaratkan bahwa kami harus segera keluar dari toilet ini.




