tiwinisacha. Powered by Blogger.
RSS

Template Blog Tema Cinta

Orang yang sedang jatuh cinta “biasanya” ingin mengabadikan moment-moment bersama pasangannya. Selain mengupdate moment di media sosial, blog juga dapat dijadikan wadah yang bagus. Sebuah tempat yang dikhususkan hanya untuk menuliskan dan menggambarkan perjalanan kisah cintanya. Saya telah merangkum template blog bertema cinta untuk siapapun yang sedang kasmaran :p hehehe. Let’s check it!

1. Blue Love
Kombinasi pita dan hati pada header membuat template ini terlihat manis. Hiasan bunga di sebelah judul postingan serta hiasan love di setiap kategori label juga meningkatkan daya tarik. Terlebih lagi design disusun sedemikian rupa yang membuatnya terlihat keren ^_^

Template Blog Keren Tema Buku

Dari dulu saya ingin bisa membuat blog dengan template model buku atau kertas, namun mencarinya di google hanya memberikan sedikit hasil. Ternyata kata kunci “template bentuk buku” saja tidak cukup untuk membawa saya pada macam-macam template yang saya inginkan. Akhirnya setelah pencarian panjang yang melelahkan dengan setiap detail ketelitian dan kesabaran menelusuri tiap website… saya berhasil mengumpulkan template-template blog yang keren ini :D hehehe. Let’s check it!

1. Blogger notes
Ini cocok untuk yang ingin tampilan simple namun tetap dengan kombinasi warna-warni background bercorak manis ;)

GAGAL Karena Tidak MAMPU Atau Tidak MAU?



Faktor paling PENTING dalam meraih sesuatu bukanlah kemampuan, tapi KEMAUAN. Kemampuan belum tentu bisa membawa manusia untuk melakukan sesuatu menuju apa yg diinginkannya, tapi KEMAUAN akan membawa manusia pada pratek dan SEGALA UPAYA untuk meraih apapun yang dingingkannya sekalipun jika pada awalnya ia tak punya kemampuan... Kemampuan dapat membuat manusia membangun mimpi, namun KEMAUAN dapat membuat manusia MEWUJUDKAN mimpi. Pahamilah perbedaannya. Maka saat kita punya "modal" kemampuan, jangan tinggi hati... dan saat kita hanya punya KEMAUAN tapi belum punya basic kemampuan, jangan kecil hati... JALAN selalu ada bagi manusia yang MAU, sebab kemauan akan MENYINGKIRKAN segala macam ALASAN demi mencapai tujuan.

Jadi, jika sekarang belum berhasil, jika sekarang masih selalu gagal, coba di cek... itu tidak mampu atau TIDAK MAU? Atau bilang mau tapi tindakannya nol? Itu tidak mampu atau MALAS? Itu tidak mampu atau TERLALU MAMPU untuk MENCIPTAKAN banyak ALASAN yang membuat kaki tidak melangkah? Berjuta perencaan besar tidak lebih berarti dibanding satu langkah kecil, sebab rencana TIDAK MENGUBAH apa-apa, yang mengubah keadaan adalah TINDAKAN...
#TalkToMyself #IntrospeksiDiri #BicaraSamaCermin

Nothing’s Forever, Forever is A Lie


Pernah baca quotes seperti itu? Dulu, aku tidak mempercayainya. Dulu ketika pemikiranku masih sangat seperti dongeng, aku jelas tidak menyetujuinya… Namun, time always can change everything, right? Now, I’m totally agree with that quotes :D

Segala sesuatu, seindah apapun, sekuat apapun, tetap tidak akan abadi. Bahkan jika bukan karena sebuah “tragedi”, tetap akan dapat terpisahkan oleh “ajal”. Jangankan dua jiwa yang berada dalam raga berbeda, satu nyawa pun takkan selamanya menetap pada tubuhnya. Kelak waktu, ketentuan Tuhan, akan memisahkannya hingga berubah jadi bangkai belaka…
Tidak ada kebahagian sejati jika digantungkan pada harapan atas kebadian (dalam hal kepemilikan sesuatu seperti harta/hubungan/jabatan/makhluk). Semakin tinggi tingkat kebergantungan dan harapan, maka semakin besar pula kehancuran yang dirasakan saat waktunya tiba. Sungguh, tiap hal memiliki waktunya sendiri, manusia tak punya daya untuk mempercepat atau memperlambat, yang terbaik  hanyalah menjalani dengan rasa syukur tertinggi dan menghargai setiap detail dalam prosesnya. Sebab kala waktunya tiba, tak ada yang akan mampu mengembalikan sedikitpun atas apa yang hilang, kecuali hanya sisa kenangan yang berputar dalam ingatan dan menarik diri tenggelam pada alam imaji.

Pernikahan Dini

Pernikahan merupakan ikatan sakral yang menyatukan dua insan sejak dilaksanakannya akad. Lain halnya dengan berpacaran yang bisa putus-nyambung atau berganti-ganti sesuka hati, pernikahan adalah penetapan satu pilihan untuk selamanya. Oleh karena itu, pengambilan keputusan untuk menikah semestinya dilakukan dalam pertimbangan sematang mungkin. Bukan hanya mempertimbangkan kematangan rasa cinta yang menggebu-gebu, bukan hanya pertimbangan kebutuhan syahwat yang tak terkendali, bukan hanya kematangan financial yang dirasa telah cukup untuk menyelenggarakan resepsi, namun juga kematangan pengendalian emosional dan kematangan kepribadian yang sangat diperlukan dalam membangun rumah tangga yang kokoh agar tidak tersandung perceraian.
Lalu, bagaimana dengan pernikahan dini yang banyak pula dilakukan oleh remaja yang baru lulus SMA? Sebenarnya pernikahan dini bukanlah langkah yang bisa dikatakan salah atau terlarang, tapi jika kita masih punya kesempatan untuk mengukir pencapaian prestasi yang dapat membahagiakan orangtua kita terlebih dulu, mengapa harus memilih menikah cepat?
Pada umumnya, remaja cenderung memiliki pengendalian emosional yang belum cukup stabil. Emosional bukan berarti hanya emosi untuk marah-marah, tapi lebih tentang segala sesuatu yang melibatkan perasaan. Entah itu amarah, cinta, belas kasihan, kecemburuan, dan lain sebagainya. Dalam fase ini, seringkali remaja gegabah dalam pengambilan keputusan yang mengikuti gejolak emosionalnya. Kalau remaja yang pengendalian diri dan emosionalnya belum stabil itu sudah mengambil langkah menikah, maka besar kemungkinan pernikahan akan berjalan kurang baik, akan cenderung terjadi pertengkaran akibat ego yang masih tinggi dan pengendalian emosi yang belum matang.