tiwinisacha. Powered by Blogger.
RSS

Control Yourself Before You Control Your World

Jagalah PIKIRAN... karena pikiran akan menjadi ucapan.
Jagalah ucapan... karena ucapan akan menjadi perbuatan.
Jagalah perbuatan... karena perbuatan akan menjadi sikap.
Jagalah sikap... karena sikap menentukan KEBERHASILAN.

Ghost and Big Snake

Mimpiku semalam panjang sekali, and very complicated. Banyak hal masuk di dalamnya, banyak pelaku dan persoalan yang berbeda. Kolam renang, pepohonan, tanah basah, gedung gelap dengan aura yang tidak bagus, perang dingin, dan… yaaa aku akan skip hingga pada bagian yang mulai mencekam saja.

Aku berlari sana sini mecari toilet, entah itu di gedung apa, seperti sebuah mall, namun nampaknya sudah malam dan akan tutup. Setibanya di toilet, aku tidak menemukan cermin disana. Hanya lorong sempit dengan 4 kamar toilet di sisi kiri, dan wastafel di bagian ujung. Aku menunggu giliran untuk masuk karena semua pintu tertutup, yang ku duga artinya didalam pasti “ada orang” nya. Tak lama setelah aku menunggu, gadis kecil masuk bersama ibunya. Namun karena penuh, mereka pun menunggu disebelahku. Entah mengapa aku merasakan ada yang tidak beres di toilet ini. Memang ada suara air dari kamar toilet, tapi feelingku buruk. Gadis kecil yang merasa menunggu terlalu lama menjadi tidak sabar, ia menggedor pintu tersebut.
“ini beneran ada orangnya atau pintunya yang rusak sih? Lama banget!” teriaknya kesal. Kemudian ia mengintip dari bawah pintu toilet, dan… “mamaaaah… ga ada orangnya di dalem!”
Byuuuuuuurrr… suara air dari dalam toilet pun berbunyi segera setelah gadis kecil itu mengatakan bahwa ia tidak melihat ada orang ataupun kaki orang di dalamnya. Ganjil, lalu siapa yang membuat suara dari dalam? Kami bertiga saling menatap dengan mata panik, yang mengisyaratkan bahwa kami harus segera keluar dari toilet ini.

Anak Panah Ditangan Allah

Pernahkah Kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan? Pernahkah Kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran? Pernahkan Kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah Kamu lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

Kita seperti anak panah di tangan Allah...! Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan. Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya. Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang.. Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran. Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.

Jadi..... Jika Kamu seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah : Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat Kamu dilepaskan, Kamu memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran. Dan jika Kamu melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan “Apinya telah padam” atau.. “Jangan-jangan dia ada dosa..”
Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan”. Karena dengan demikian Kamu ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai. Kamu, Aku, dia, mereka, kita… adalah anak-anak panah ditangan Allah...! Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan. Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetaplah tekun dalam kebenaran, dan senantiasa ISTIQOMAH dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah, niscaya Allah akan memberi lebih dari yg kita mohonkan...

Source : Broadcast BBM from MasJat

Template Blog Tema Pernikahan

Pernikahan merupakan tujuan akhir yang di dambakan oleh ‘hampir’ seluruh pasangan kekasih. Ketika hubungan yang dibangun dengan cinta dapat berakhir di pelaminan, tentu akan memberi kebahagiaan besar untuk kedua belah pihak. Bagi pasangan yang telah menikah dan ingin mengabadikan setiap moment istimewa “baru” yang terjadi dalam rumah tangganya, mungkin dapat memilih blog dengan tema pernikahan yang telah saya rangkum dibawah ini… Coba bayangkan, bagaimana jika pasangan yang telah menikah kemudian memiliki keturunan, lalu keturunannya dapat melihat “sejarah” tentang kedua orangtuanya saat ia beranjak dewasa kelak? Hehe sepertinya it will be funny :D Ok let’s check those templates!

1. The Shape Of Heart
Sepasang pengantin ditengah tumpukan kado dan bunga terkesan sangat penuh dengan kebahagiaan ^_^ Tirai merah muda di sisi kiri dan kanan juga mempermanis template ini. Apalagi ditambah hiasan lampu cantik diatas header, sungguh romantis!

Luka Selalu Mendewasakan

Kerugian terbesar adalah saat luka tak mampu mendewasakanku. Kekalahan terbesar adalah saat luka justru mengubahku menjadi pribadi yang lebih buruk daripada diriku sebelumnya. Hal yang sangat memalukan adalah saat luka berhasil mengacaukan pengendalian diriku hingga memunculkan dendam dan kebencian yang tiada berujung. Disitulah selemah-lemahnya jiwa yang secara perlahan akan menghancurkan kehidupan diri sendiri.

Kini aku sepenuhnya menyadari bahwa akhirnya aku akan selalu berterimakasih pada pengukir luka terhebat dalam hidupku, sebab darisanalah aku mendapati ilmu tentang "kebangkitan" yang tak bisa ku beli dengan harga berapapun.
Jangan terfokus pada seberapa perihnya sebuah luka, tapi fokuslah pada seberapa banyak kita dapat mengambil makna positif yang hendak Allah sampaikan melalui luka tersebut :)

Template Blog Cantik Tema Kupu-Kupu

Kupu-kupu selalu identik dengan kecantikan, tentu saja karena corak di sayapnya yang indah warna-warni. Nah bagi pecinta kupu-kupu, saya telah merangkum template blog tema kupu-kupu yang cantik untuk digunakan. Let’s check it!

1. Butterfly Pink
Design sederhana dengan hiasan kupu-kupu yang sayapnya membentuk ukiran unik ^_^

Template Blog Tema Cinta

Orang yang sedang jatuh cinta “biasanya” ingin mengabadikan moment-moment bersama pasangannya. Selain mengupdate moment di media sosial, blog juga dapat dijadikan wadah yang bagus. Sebuah tempat yang dikhususkan hanya untuk menuliskan dan menggambarkan perjalanan kisah cintanya. Saya telah merangkum template blog bertema cinta untuk siapapun yang sedang kasmaran :p hehehe. Let’s check it!

1. Blue Love
Kombinasi pita dan hati pada header membuat template ini terlihat manis. Hiasan bunga di sebelah judul postingan serta hiasan love di setiap kategori label juga meningkatkan daya tarik. Terlebih lagi design disusun sedemikian rupa yang membuatnya terlihat keren ^_^

Template Blog Keren Tema Buku

Dari dulu saya ingin bisa membuat blog dengan template model buku atau kertas, namun mencarinya di google hanya memberikan sedikit hasil. Ternyata kata kunci “template bentuk buku” saja tidak cukup untuk membawa saya pada macam-macam template yang saya inginkan. Akhirnya setelah pencarian panjang yang melelahkan dengan setiap detail ketelitian dan kesabaran menelusuri tiap website… saya berhasil mengumpulkan template-template blog yang keren ini :D hehehe. Let’s check it!

1. Blogger notes
Ini cocok untuk yang ingin tampilan simple namun tetap dengan kombinasi warna-warni background bercorak manis ;)

GAGAL Karena Tidak MAMPU Atau Tidak MAU?



Faktor paling PENTING dalam meraih sesuatu bukanlah kemampuan, tapi KEMAUAN. Kemampuan belum tentu bisa membawa manusia untuk melakukan sesuatu menuju apa yg diinginkannya, tapi KEMAUAN akan membawa manusia pada pratek dan SEGALA UPAYA untuk meraih apapun yang dingingkannya sekalipun jika pada awalnya ia tak punya kemampuan... Kemampuan dapat membuat manusia membangun mimpi, namun KEMAUAN dapat membuat manusia MEWUJUDKAN mimpi. Pahamilah perbedaannya. Maka saat kita punya "modal" kemampuan, jangan tinggi hati... dan saat kita hanya punya KEMAUAN tapi belum punya basic kemampuan, jangan kecil hati... JALAN selalu ada bagi manusia yang MAU, sebab kemauan akan MENYINGKIRKAN segala macam ALASAN demi mencapai tujuan.

Jadi, jika sekarang belum berhasil, jika sekarang masih selalu gagal, coba di cek... itu tidak mampu atau TIDAK MAU? Atau bilang mau tapi tindakannya nol? Itu tidak mampu atau MALAS? Itu tidak mampu atau TERLALU MAMPU untuk MENCIPTAKAN banyak ALASAN yang membuat kaki tidak melangkah? Berjuta perencaan besar tidak lebih berarti dibanding satu langkah kecil, sebab rencana TIDAK MENGUBAH apa-apa, yang mengubah keadaan adalah TINDAKAN...
#TalkToMyself #IntrospeksiDiri #BicaraSamaCermin

Nothing’s Forever, Forever is A Lie


Pernah baca quotes seperti itu? Dulu, aku tidak mempercayainya. Dulu ketika pemikiranku masih sangat seperti dongeng, aku jelas tidak menyetujuinya… Namun, time always can change everything, right? Now, I’m totally agree with that quotes :D

Segala sesuatu, seindah apapun, sekuat apapun, tetap tidak akan abadi. Bahkan jika bukan karena sebuah “tragedi”, tetap akan dapat terpisahkan oleh “ajal”. Jangankan dua jiwa yang berada dalam raga berbeda, satu nyawa pun takkan selamanya menetap pada tubuhnya. Kelak waktu, ketentuan Tuhan, akan memisahkannya hingga berubah jadi bangkai belaka…
Tidak ada kebahagian sejati jika digantungkan pada harapan atas kebadian (dalam hal kepemilikan sesuatu seperti harta/hubungan/jabatan/makhluk). Semakin tinggi tingkat kebergantungan dan harapan, maka semakin besar pula kehancuran yang dirasakan saat waktunya tiba. Sungguh, tiap hal memiliki waktunya sendiri, manusia tak punya daya untuk mempercepat atau memperlambat, yang terbaik  hanyalah menjalani dengan rasa syukur tertinggi dan menghargai setiap detail dalam prosesnya. Sebab kala waktunya tiba, tak ada yang akan mampu mengembalikan sedikitpun atas apa yang hilang, kecuali hanya sisa kenangan yang berputar dalam ingatan dan menarik diri tenggelam pada alam imaji.

Pernikahan Dini

Pernikahan merupakan ikatan sakral yang menyatukan dua insan sejak dilaksanakannya akad. Lain halnya dengan berpacaran yang bisa putus-nyambung atau berganti-ganti sesuka hati, pernikahan adalah penetapan satu pilihan untuk selamanya. Oleh karena itu, pengambilan keputusan untuk menikah semestinya dilakukan dalam pertimbangan sematang mungkin. Bukan hanya mempertimbangkan kematangan rasa cinta yang menggebu-gebu, bukan hanya pertimbangan kebutuhan syahwat yang tak terkendali, bukan hanya kematangan financial yang dirasa telah cukup untuk menyelenggarakan resepsi, namun juga kematangan pengendalian emosional dan kematangan kepribadian yang sangat diperlukan dalam membangun rumah tangga yang kokoh agar tidak tersandung perceraian.
Lalu, bagaimana dengan pernikahan dini yang banyak pula dilakukan oleh remaja yang baru lulus SMA? Sebenarnya pernikahan dini bukanlah langkah yang bisa dikatakan salah atau terlarang, tapi jika kita masih punya kesempatan untuk mengukir pencapaian prestasi yang dapat membahagiakan orangtua kita terlebih dulu, mengapa harus memilih menikah cepat?
Pada umumnya, remaja cenderung memiliki pengendalian emosional yang belum cukup stabil. Emosional bukan berarti hanya emosi untuk marah-marah, tapi lebih tentang segala sesuatu yang melibatkan perasaan. Entah itu amarah, cinta, belas kasihan, kecemburuan, dan lain sebagainya. Dalam fase ini, seringkali remaja gegabah dalam pengambilan keputusan yang mengikuti gejolak emosionalnya. Kalau remaja yang pengendalian diri dan emosionalnya belum stabil itu sudah mengambil langkah menikah, maka besar kemungkinan pernikahan akan berjalan kurang baik, akan cenderung terjadi pertengkaran akibat ego yang masih tinggi dan pengendalian emosi yang belum matang.

God, Only You Know How's The Truth

image

Sekuat apapun manusia, seceria apapun wajahnya, seramah apapun senyumnya, sebaik apapun sifatnya, tetap saja akan sakit bila dilukai. Apa yang diekspresikan dan dilakukan belum tentu menggambarkan kondisi jiwa. Sebab tindakan adalah tentang tuntutan kesadaran, sementara luka tetap menimbulkan perih pada tempatnya.
Allah, aku memahami bahwa Kau Maha Adil, yang mana setiap perbuatan akan memperoleh ganjarannya. Namun saat perih ini menggetarkan pertahananku, menghancurkan dayaku, melemahkan tubuhku, memunculkan fikiran untuk menyelesaikan semuanya dengan tanganku.. bagaimana caraku mengendalikannya?
Akal ku menyadari bahwa jika sekalipun aku tidak berbuat apa-apa, Kau akan tetap menyelesaikan semuanya, karna Kau Maha Melihat. Namun setiap fakta yang mencuat terasa seperti air garam yang mengalir diatas luka. Hingga perih ini kadang bagikan bom waktu yang siap meledak... amarah menyelimuti hati, menodai niat ikhlas, merusak pertahanan diri... Semoga Kau senantiasa melindungi kembali jiwa ini.
Bagaimana bisa semuanya "tersenyum ceria" diatas kesenangan yang diciptakan dari pendustaan dgn mengatasnamakan ridho-Mu? Memang ada kebohongan yang diizinkan dalam Islam, namun apakah kebohongan yang menguntungkan sebelah pihak dan menghancurkan pihak lainnya itu termasuk di izinkan dalam Islam?
Bagaimana bisa manusia yang sangat baik pencitraan agamanya, yang luas pengetahuan Islamnya, yang nampak kuat iman dan takwanya, yang sering menyebut-Mu dalam tutur katanya, namun diam dan berlari saat dimintai pertanggungjawaban atas kekacauan yang telah diperbuatnya? lalu masih melakukan pembelaan diri dengan mengatasnamakan hal-hal yang mengarah pada agama-Mu?
Allah, sungguh Kau lah yang Maha Melihat segala apa yang tersembunyi. Tak perduli bagaimana orang berargumen dan menilai, tetap Kau yang paling memahami setiap detail kenyataannya. Terimakasih telah menunjukkan bukti dan membukakan setiap fakta. Terimakasih telah menguatkan ku setelah ku lihat segala yang sangat menyakitkan. Terimakasih telah menjadikan ku pemberani yang tidak lari dari pahitnya kehancuran. Karna ternyata kuat bukanlah berhasil tersenyum setelah menghindari luka, tapi berhasil bangkit setelah menghadapi dan menaklukkan luka...

Pengendalian Emosi

image
Tulisan ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Bahasa Indonesia ^_^
Segala sesuatu di dunia ini memiliki energi. Baik alam semesta maupun makhluk hidup akan memancarkan energi setiap saat. Manusia merupakan makhluk hidup yang energinya sering berubah-ubah disebabkan emosi yang cenderung tidak stabil. Emosi dapat berupa rasa cinta, rasa amarah, maupun rasa benci, yang mana kesemuanya itu memancarkan energi yang berbeda. Energi dari cinta dapat memberikan dampak positif, namun energi dari amarah dan kebencian dapat memberikan dampak negatif yang membuat orang lain disekitarnya berkemungkinan besar untuk terpengaruh amarah dan kebencian yang bisa menurunkan pengendalian seseorang terhadap tutur kata maupun tingkah lakunya.
Dengan demikian, ketika sekelompok orang telah dikuasai oleh energi negatif dari amarah dan kebencian, mereka dapat saja melontarkan kata-kata kasar atau melakukan hal buruk terhadap sesuatu atau seseorang yang tidak disukainya. Jika perilaku ini menjadi kebiasaan yang tertanam dalam diri, maka yang pertama kali dirugikan adalah diri sendiri. Sebab energi negatif ini akan menggerogoti jiwa, mengikis ketenangan, menimbulkan pertentangan batin, dan menurunkan kualitas diri. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus mampu mengendalikan emosi agar tidak memancarkan energi negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kerajaan Bawah Laut


Aku bermimipi bahwa mimpiku bisa direkam. Alhasil sebangun tidur, aku menyetel ulang rekaman itu dan ku tunjukan pada orangtuaku (padahal ternyata ini juga masih dalam mimpi). Di layar TV terlihat aku yang awalnya hanya berjalan-jalan di taman dengan dekorasi sangat bagus yang belum pernah ku datangi. Di belakangku ada mas Uyung sedang berjalan menuju suatu tempat, penampilan dan raut wajahnya masih sangat sehat dan energik, seakan-akan aku duduk di suatu "masa" yang membawaku kembali ke beberapa tahun silam saat kondisinya masih baik-baik saja.
Kemudian aku datang ke kolam renang, memuaskan diri dengan berenang kesana kemari. Tapi anehnya aku sendirian. Sama sekali tidak ada pengunjung lain. Tiba-tiba seperti ada suara dari dasar kolam yang memanggilku, mengajakku menyelam ke dasar.

Terkadang Hanya Waktu Yang Mampu

Terkadang, kita baru bisa menyadari sebuah kesalahan ketika segalanya telah berlalu. Terkadang, kita baru bisa mengambil makna dari sebuah kejadian ketika segalanya nampak terlambat. Terkadang, kita baru bisa melihat dimana sisi-sisi yang harus kita perbaiki dalam diri kita ketika segalanya sudah berubah jauh. Terkadang, kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu ketika kita sudah kehilangan...
Terkadang, kita menyalahkan orang lain dengan keras saat sebenarnya kita juga andil dalam kesalahan. Terkadang, kita meluapkan emosi dengan kata-kata tajam hingga mengukir luka yang tak tersembuhkan. Terkadang, kita baru menyesali amarah yang terlanjur tumpah di masalalu ketika penyesalan sudah tak dapat mengubah apapun... Terkadang memang hanya waktu yang mampu menyadarkan, hanya waktu yang mampu meredam, hanya waktu yang mampu mengubah, hanya waktu yang mampu menyembuhkan...

Segitiga Matahari


Sinar mentari semakin terang menembus kaca jendela. Aku bergegas mengikat tali sepatu untuk berangkat ke sekolah. Pagi ini firasat terasa buruk sekali, entah mengapa. Setibanya di SMPN 174, aku berpapasan dengan tiga teman karibku di tangga menuju lantai tiga. "Haiii...!" ku sapa mereka dengan penuh semangat dan keceriaan. Mereka menatapku, namun diluar dugaan, seketika dibuang pandangannya dari wajahku dengan sinis, lalu berlalu pergi begitu saja, tanpa jawaban, tanpa senyuman balasan. Melihat perlakuan itu, aku baru teringat dengan permasalahan yang belum terselesaikan diantara kami, sebuah kesalahpahaman yang membuat semuanya menghilang dariku.
Hati termenung sambil tetap melangkah menuju kelas. Sebelum sempat membuka pintu, ku rasakan sesuatu muncul dengan gerakan yang tak wajar, terletak jauh di sebelah kananku. Kehangatan menyentuh kulit dan dengan cepat semakin bertambah panas, tak seperti biasanya. Ku palingkan wajah untuk melihat ke arah pintu pagar sekolah, ternyata diatasnya terbit sebuah matahari, bergerak dengan amat cepat, semakin meninggi hanya dalam hitungan detik. Ku picingkan mata yang semakin kesilauan saat dua matahari lainnya terbit menyusul matahari pertama, membentuk sebuah formasi segitiga...

Cinta Yang Sulit Dimengerti

Aku mencoba berfikir realistis, tentang hukum takdir. Katanya, di dalam Islam… kematian, rezeki, dan jodoh, adalah takdir mutlak yang sudah dituliskan sejak pertama kali manusia terlahir di dunia ini? entahlah aku belum sepenuhnya paham tentang definisi takdir ini… Namun islam selalu benar bagiku. Maka jika jodohku sudah Allah tuliskan, salahkah aku yang belum siap untuk menikah ini justru sibuk memikirkan seseorang yang tidak bisa ku pastikan tentang apakah dia jodohku atau bukan?

Ya Allah, aku mencoba memahami bahwa jodoh adalah ketentuan-Mu… Namun seiring waktu berjalan, seiring pengalaman yang datang, seiring kejadian yang nampak… hatiku pun jatuh kepada seseorang, hatiku pun… akhirnya merasa ingin memiliki seseorang, ingin selalu bersama dengannya… Salahkah hati ini?

Aku berusaha memahami cinta dari sudut pandang remaja, sudut pandang islam, dari segi perkembangan zaman, dari segi anak-anak, dan dari sudut pandang rumah tangga. Mengapa semuanya berbeda?
Sebagai seorang remaja, aku pun jatuh hati, walau aku tahu rasa ini belum pantas ku miliki. Sebagai seorang remaja yang hidup di lingkungan bebas, yang melihat pasangan berpelukan di tempat umum adalah hal biasa, yang melihat kehamilan diluar pernikahan sudah tidak asing, yang dikelilingi oleh teman-teman dengan keromantisan hubungan mereka, aku pun… akhirnya memiliki sedikit keinginan untuk merasakan indahnya ‘cinta’ yang seringkali mereka banggakan.

Namun saat aku mencoba menyelami sudut pandang islam.. ada pembernotakan dari hatiku. Islam melarang berpacaran, dan dengan lingkungan hidupku ini, apakah mungkin? Pacaran adalah hal sangat biasa, bahkan bagi sebagian orang menjadi seperti kewajiban… Aku pun ingin walau aku belum berpacaran, sisi keremajaanku memberontak kesal karna aturan islam yang terlalu berlebihan bagiku pada awalnya. Tapi dibalik pemberontakan itu, aku menyadari sesuatu… perbedaan, bahwa yang memberontak adalah nafsukusementara suara hatiku, membenarkannya… suara hatiku hanya merasa kecewa karna ingin merasakan cinta namun sadar belum waktunya, namun nafsuku berontak karna ingin mengikuti perkembangan zaman…

Disaat sadar, aku mencoba sebisa mungkin menjaga diriku untuk tidak berpacaran, kenapa? pada umumnya pacaran akan menimbulkan kerinduan, kerinduan itu membuat masing-masing ingin bertemu… Terjadilah sebuah pertemuan. Saat seseorang yang disukai ada disamping kita, ingin rasanya berdekatan… ingin menunjukan kepada dunia bahwa dia adalah milik kita, hingga akhirnya saling menggenggam tangan… untuk menunjukan rasa saling cinta dan memiliki satu sama lain.

Bergandengan tangan lama-lama terasa kurang dekat dan kurang cukup, hati terasa ingin mendekap erat tubuhnya, hingga akhirnya berpelukan… Hari ke hari, berpelukan membuat nya ingin merasakan lebih, hingga akhirnya berciuman… hati masih merasa kurang cukup, merasa ada yang kurang lengkap, hingga akhirnya terjadilah hubungan intim… lalu apakah itu bisa disebut keinginan 'hati'? atau keinginan 'nafsu'? mungkin ini pikiran yang terlalu jauh namun bukankah segalanya bermula dari hal kecil dan sederhana? seperti sederhananya sebuah komitmen untuk mengikat hubungan pacaran...

Aku mulai mencoba memahami bahwa larangan islam tentang tidak diperbolehkannya lawan jenis saling bersentuhan adalah benar. Dulu aku beranggapan islam itu ‘lebay’, sebab perempuan dan laki-laki yang bukan mukhrim akan berdosa jika bersentuhan. Namun setelah ku pertimbangkan lagi, hal yang luar biasa terjadi dari hal biasa… Hal besar bermula dari hal kecil… Hubungan ''terlarang'' sebelum pernikahan pun juga bermula dari sentuhan sederhana… maka sejak saat itu, aku memahami betapa luar biasanya tujuan islam dalam setiap aturan yang diciptakannya.

Lagipula cinta yang selalu dibanggakan oleh remaja, itu sebenarnya cinta yang seperti apa? kerinduan kerinduan yang menyita waktu.. apakah semua ada artinya? Sebab dalam kenyataannya, aku melihat bahwa tidak semua rumah tangga akan seromantis masa pacarannya… Bahkan tidak sedikit yang bercerai atau selingkuh, padahal dulunya bilang berjuta cinta. Lalu apa artinya sebuah kenangan dan sebuah janji? Jika pada akhirnya, seorang ‘manusia’ mampu dengan mudah melupakan dan mengingkari…

Ada rumah tangga yang pernah mengatakan kepadaku bahwa ia bosan dengan pasangannya, hidup puluhan tahun dengan orang yang sama, sudah tidak ada lagi deg-degan seperti masa pacaran, tidak ada lagi kerinduan yang menggebu-gebu jika tidak bertemu… yang ada hanyalah, apakah uang cukup untuk makan esok hari? apakah anak sekolahnya benar? apakah rumah rapih dan bersih? apakah kebutuhan anak bisa tercukupi? apakah keinginan shopping nya dapat terpenuhi? dan lain-lain yang intinya sudah pada praktek realita… bukan pada perasaan rindu atau deg-degan semata.

Lalu untuk apa semua perasaan rindu yang timbul banyak sekali di masa pacaran? Jika dalam kenyataannya, jodoh pasti disatukan dan hidup berdampingan selamanya… selamanya hingga mungkin kita bosan.

Jatuh hati, kerinduan, dan sebagainya adalah hal yang sangat menyita energi dan waktu. Padahal setelah menikah, cinta adalah pembuktian, bukan sekedar perasaan saja. Seseorang yang memikirkan orang yang disukainya hingga bertahun-tahun hanya akan mendapatkan tumpukan kerinduan yang memuncak, yang mana kerinduan itu tidak benar-benar berguna setelah pernikahan… tidak bisa dimakan, tidak bisa dibuat belanja, tidak bisa untuk bayar sekolah, bahkan tidak berbentuk dan tidak bisa dilihat.

Padahal jodoh pun masih samar, belum tahu apakah orang yg dirindukan begitu dalam adalah jodoh yang sudah Allah tuliskan. Bagaimana jika ternyata bukan? maka semua kerinduan yang menyita hidup itu, akan menjadi sebuah kesia-sian bukan?

Berbeda dengan seseorang yang tidak ingin memikirkan perasaan terlalu dalam sebab kesadarannya akan takdir Allah. Seseorang yang fokus mengejar mimpi dan citanya… hingga mampu meraih sesuatu. Seseorang yang mengabaikan hatinya sementara… demi meraih bukti nyata, kesuksesan, untuk diberikan kepada jodoh terindahnya. Bukankah itu lebih baik? Ketika kesuksesan itu adalah bukti nyata dari cinta… yang terwujud dalam hal yang bermanfaat.

Lalu kita ingin menjadi yang seperti apa? Ya, aku sadar menerapkannya tidak semudah memahaminya. Namun hidup adalah pilihan. Cinta selalu ada dalam setiap manusia… hanya saja bentuknya yang berbeda. Itu adalah pilihan kita, ingin membentuknya menjadi tumpukan kerinduan yang bahkan tidak bisa dilihat, atau membentuknya menjadi sebuah kesuksesan yang bisa bermanfaat dalam kehidupan setelah pernikahan… sebab hidup tidak bisa diulang.

Penyesalan

image
Semuanya berubah begitu cepat. Kenyataan yang memaksa... Apa yang lebih berat daripada sebuah penyesalan? Jika bisa dikembalikan sesaat saja, aku ingin perbaiki segalanya... Kadang kenyamanan tidak selalu baik, dan kebahagiaan tidak selalu benar. Memahami sesuatu itu seribu kali lebih mudah daripada menjalankannya. Bangkit setelah jatuh terlalu jauh itu lebih berat daripada tidak pernah jatuh dan bertahan berjalan... Kembali, itu lebih berat daripada mempertahankan... Kadang rasa sakit tidak selalu berakibat buruk, dan rasa senang tidak selalu berdampak baik...

Cinta dan Kebahagiaan

Dada sesak oleh kumpulan suara dalam pikiranku yang berputar-putar saling menyalahkan, saling mencari alasan pembenaran, saling mencari arti kebahagiaan, saling menanti harapan dan membunuh harapan, bertengkar untuk mempertahankan sebuah karakter, sebuah kepribadian yang bahkan aku sendiripun tidak tahu bagaimana kepribadian yang sebenarnya.
Kepenatan menguasai seluruh ruang pikiran dan memadatkan hati dengan kegelisahan, perasaan bersalah, harapan-harapan yang indah dibayangkan namun dapat menghancurkan diri hanya dalam sekejap. Hati yang menjadi penuh keraguan tentang bagiamana dan seperti apa aku akan menjadi sesuatu.
Akal berusaha mengendalikan diri untuk membunuh seluruh harapan yang tergantung pada apapun di dunia ini, sebab logika sudah mengetahui bahwa harapan yang digantungkan pada sesuatu yang bisa binasa hanyalah sebuah penantian untuk menunggu talinya putus dan melihat diri hancur berkeping-keping, karena apapun yang ada akan tetap musnah dan kembali pada-Nya, hanya Dia lah, hanya Allah lah satu-satunya tempat bergantung yang tidak akan binasa.
Maka bukankah kebahagiaan yang hakiki dan abadi hanyalah kebahagiaan yang berdasarkan cinta pada-Nya? Namun sebagai manusia biasa, terkadang aku masih berharap mendapat kebahagiaan dari manusia lain, masih berharap “menemukan” kebahagiaan, mendapat sesuatu yang istimewa dari orang yang ku anggap istimewa, walaupun sebenarnya aku sudah tahu bahwa kebahagiaan itu bukan “dicari”, namun “diciptikan”… dan kesalahan akan definisi kebahagiaan itu sendirilah yang akhirnya bisa menghancurkan aku, aku atau siapapun juga di dunia ini, sebab hati pasti akan berakhir dengan kekecewaan…
Jika hati ini belum sepenuhnya mencintai-Mu, dan jika hati ini belum cukup kuat dalam mencintai-Mu, aku mohon jangan biarkan hati ini jatuh cinta pada siapapun… Aku mohon bantu aku untuk menyempurnakan cintaku pada-Mu, hingga akhirnya suatu saat aku akan mencintai jodoh pilihan-Mu… mencintainya sebagai bukti cintaku pada-Mu. Bukan mencintainya dalam “kebutaan cinta” yang seringkali terjadi… Bukan mencintainya dalam kebimbangan tentang apakah dia jodohku atau bukan… Bukan mencintainya ketika status masih mengambang dengan hati yang tidak bisa mengintip takdir pilihan-Mu…
Bukankah memang tidak ada cinta yang lebih indah selain cinta yang mengalir diatas takdir-Mu (setelah pernikahan)?